Perkuat Ekonomi Kreatif di Desa, Kadis Pariwisata Aceh Selatan Jadi Pemateri AKTIF Native Advertising
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Kementerian Ekonomi Kreatif RI bersama Tim Ahli Komisi VII DPR RI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan kegiatan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Native Advertising untuk pengembangan desa kreatif yang berlangsung di Kantor Camat Trumon Timur, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang terbilang langka ini langsung menyedot perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, kementerian dari pusat rela datang jauh hingga ke Trumon Timur, kecamatan yang jaraknya sangat jauh dari Ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, Tapaktuan, hanya untuk memberi pembinaan ekonomi kreatif kepada masyarakat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dirjen Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Rohana, Tim Ahli Komisi VII DPR RI, Husnul Jamil, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Munharsam, SE, M.Si, Muspika Kecamatan Trumon Timur dan sejumlah unsur masyarakat perwakilan masing-masing Gampong dalam Kecamatan Trumon Timur sebagai peserta sosialisasi.
Suasana di Kantor Camat Trumon Timur sejak pagi sudah ramai. Para peserta dari berbagai gampong datang dengan semangat. Mereka ingin tahu, apa itu desa kreatif, bagaimana cara mengubah potensi desa menjadi uang, dan bagaimana cara memasarkan produk desa agar dikenal luas lewat Native Advertising.
Perwakilan Dirjen Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Rohana, dalam sambutannya, mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai salah satu agenda kegiatan Kementerian di Daerah di samping untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya Desa Kreatif khususnya berkaitan Ekonomi Kreatif masyarakat guna peningkatan ekonomi warga.
Menurut Rohana, desa kreatif bukan sekadar label. Desa kreatif adalah desa yang warganya mampu mengolah apa yang mereka punya menjadi produk yang bernilai. Bisa dari kuliner, kerajinan, seni budaya, wisata, fashion, hingga konten digital. Yang penting ada kreativitas, ada inovasi, dan ada kemauan untuk belajar memasarkan.
“Desa kreatif itu bukan harus punya gedung besar. Cukup punya masyarakat yang kreatif, yang mau mengolah potensi lokalnya menjadi produk yang bisa dijual dan bisa menyejahterakan,” ujar Rohana dalam sambutannya yang disambut antusias peserta.
Di saat yang sama, perwakilan tenaga ahli Komisi VII DPR RI, Husnul Jamil, memberikan support dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini demi terciptanya berbagai produk unggulan dari masyarakat desa, dengan demikian akan lahir berbagai kreativitas dan inovasi yang berkaitan dengan Ekonomi Kreatif, sebutnya.
Husnul Jamil menegaskan, Komisi VII DPR RI yang membidangi industri, UMKM, dan ekonomi kreatif sangat mendukung agar kegiatan seperti AKTIF tidak berhenti di sosialisasi saja, tetapi berlanjut ke pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran. Karena tanpa tindak lanjut, kreativitas masyarakat akan berhenti di ruang seminar.
“Kami ingin dari Trumon Timur ini lahir produk unggulan. Satu gampong satu produk unggulan. Nanti kita bantu promosikan, kita bantu pasarkan,” kata Husnul Jamil.

Kadis Pariwisata Munharsam: Peran Ekonomi Kreatif Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Munharsam, SE, M.Si, memberikan materi kepada peserta dengan judul Peran Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah.
Materi ini menjadi materi inti yang paling ditunggu peserta. Dengan gaya penyampaian yang sederhana, mudah dipahami, dan banyak contoh lokal, Munharsam berhasil membuat peserta yang awalnya hanya duduk mendengarkan, berubah menjadi aktif bertanya dan berdiskusi.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam materi tersebut terkait potensi lokal, peluang ekonomi daerah dimana Kabupaten Aceh Selatan memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi dan sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.
Aceh Selatan, kata Munharsam, bukan daerah yang miskin potensi. Aceh Selatan punya pantai yang indah, punya hutan, punya sungai, punya hasil pertanian dan perikanan yang melimpah, punya kuliner khas, punya seni tari, punya kerajinan anyaman, punya tradisi yang unik. Semua itu adalah modal besar untuk ekonomi kreatif.
“Masalahnya bukan tidak ada potensi, masalahnya potensi itu belum dikemas menjadi produk yang menarik dan belum dipasarkan dengan baik. Nah, di sinilah peran ekonomi kreatif dan Native Advertising,” jelas Munharsam.
Ia menjelaskan, Native Advertising adalah cara beriklan yang menyatu dengan konten, tidak terasa seperti iklan, tetapi mampu membuat orang tertarik membeli produk.Misalnya, cerita tentang proses pembuatan keripik pisang di Trumon Timur, cerita tentang nelayan, cerita tentang ibu-ibu pengrajin, jika dikemas dalam video dan foto yang menarik, maka orang akan tertarik membeli tanpa merasa dipaksa.
Munharsam juga menekankan pentingnya kolaborasi antar gampong. Satu gampong bisa fokus di kuliner, gampong lain di kerajinan, gampong lain di wisata. Jika dikolaborasikan, maka akan terbentuk paket desa kreatif yang utuh dan menarik bagi wisatawan.
Di akhir paparannya, Munharsam menyebutkan kalimat yang langsung menjadi sorotan peserta dan menjadi quote utama kegiatan ini: Kreativitas hari ini, Kesejahteraan esok hari.
“Kalau hari ini kita mau kreatif, mau belajar, mau mencoba, maka esok hari kita akan sejahtera. Jangan tunggu kaya dulu baru kreatif, tapi kreatif dulu, maka kesejahteraan akan datang,” tegas Munharsam.

Peserta Antusias, Apresiasi Kementerian Hadir Hingga Kecamatan Terjauh
Pantauan media di lokasi acara, peserta yang mengikuti acara ini sangat antusias menerima arahan dan materi yang disampaikan, mengingat kegiatan yang seperti ini sangat jarang dilaksanakan oleh Kementerian dari pusat, apalagi lokasinya di Kecamatan yang sangat jauh dari Ibukota Kabupaten.
Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Biasanya, kegiatan seperti ini hanya dilaksanakan di Tapaktuan atau di kota besar. Kini, kementerian datang langsung ke Trumon Timur.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak penyelenggara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan atas arahan, bimbingan dan materi yang disampaikan sehingga kami termotivasi untuk berkreativitas terkait ekonomi kreatif ini,” ungkap salah seorang peserta kepada media.
Peserta lainnya mengaku, setelah mengikuti materi ini, mereka jadi punya gambaran baru. Misalnya, ibu-ibu yang selama ini hanya membuat kue untuk konsumsi sendiri, kini berpikir untuk mengemasnya dan menjualnya secara online. Pemuda yang selama ini hanya main HP, kini berpikir untuk membuat konten promosi desa. Pengrajin yang selama ini hanya membuat anyaman untuk dipakai sendiri, kini berpikir untuk menjadikannya souvenir.
Kegiatan AKTIF Native Advertising ini diharapkan menjadi awal lahirnya desa kreatif di Trumon Timur, dengan produk unggulan dari masyarakat desa yang mampu meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan warga Aceh Selatan.
Ke depan, Dinas Pariwisata Aceh Selatan diharapkan terus mendampingi gampong- gampong di Trumon Timur, agar semangat yang sudah tumbuh di Kantor Camat Trumon Timur ini tidak padam, tetapi terus menyala dan berkembang menjadi gerakan ekonomi kreatif desa yang nyata.

Tinggalkan Balasan