Bupati Mirwan Hadirkan Dokter Spesialis ke Wilayah Terpencil, Masyarakat Diminta Manfaatkan Program DTPK
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Komitmen ini diwujudkan melalui program Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) yang berlangsung pada 2 hingga 24 November 2026.
Melalui program DTPK, sejumlah dokter spesialis dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat di titik-titik sasaran yang selama ini sulit mendapatkan akses dokter spesialis.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, MS, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak, tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis.
Selama ini, keluhan warga di wilayah terpencil sulit mendapatkan pelayanan dokter spesialis mengingat jarak tempuh yang sangat jauh ke RSUD Yuliddin Away Tapaktuan. Untuk sekadar konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, atau bedah, warga harus menyewa mobil dengan biaya mahal dan menempuh jalan yang rusak berjam-jam.
Kini, melalui DTPK, pemerintah yang hadir menjemput bola.
“Program DTPK ini wujud nyata komitmen kami. Kami tidak ingin ada lagi warga Aceh Selatan yang tidak berobat karena jauh, karena biaya, karena tidak ada dokter spesialis. Pemerintah harus hadir sampai ke pelosok,” ujar Bupati H. Mirwan MS, Selasa (3/11/2026).
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat di lokasi pelaksanaan DTPK agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga berbagai keluhan kesehatan dapat diperiksa dan ditangani secara optimal oleh tenaga medis yang tersedia.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil,” demikian pesan Bupati.
Bupati meminta para keuchik, camat, kepala puskesmas, dan kader posyandu untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat agar datang berbondong- bondong ke titik pelayanan DTPK. Jangan sampai ada warga yang sakit menahun tidak terdeteksi hanya karena malu atau tidak tahu informasi.
“Jika ada keluhan darah tinggi, kencing manis, sesak napas, ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, luka yang tidak sembuh- sembuh, segera datang. Dokter spesialis kita sudah kita kirimkan. Gratis, dekat, dan berkualitas,” tegas Bupati.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Dharma Syahputra,S.IP, M.Ec.Dev, menjelaskan bahwa program DTPK merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di wilayah terpencil diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan lebih mudah, sekaligus memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan.
“Selama ini banyak kasus yang terlambat dirujuk karena keterbatasan akses. Misalnya ibu hamil dengan preeklamsia di pedalaman Kluet Tengah, atau anak dengan gizi buruk di Trumon, atau warga dengan TBC yang tidak terdiagnosis. Dengan DTPK, dokter spesialis datang langsung, melakukan skrining, pemeriksaan USG, konsultasi, dan rujukan dini jika diperlukan,” ujar Dharma Syahputra.
Plt Kadinkes menyebutkan, dokter spesialis yang dihadirkan dalam DTPK meliputi spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis kebidanan dan kandungan (Obgyn), spesialis bedah, dan spesialis lainnya sesuai kebutuhan wilayah.
Mereka akan ditempatkan secara bergiliran di puskesmas-puskesmas yang menjadi titik sasaran DTPK selama periode 2 hingga 24 November 2026.
Dinas Kesehatan Aceh Selatan terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan tenaga kesehatan setempat guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Setiap Puskesmas di wilayah DTPK telah menyiapkan ruangan pemeriksaan, alat USG portable, laboratorium sederhana, dan obat-obatan esensial. Para nakes setempat juga telah didata pasien-pasien yang selama ini menunggu pemeriksaan spesialis.
“Kami sudah koordinasi dengan semua kepala Puskesmas. Data pasien sudah ada. Jadi saat dokter spesialis datang, pasien sudah siap. Tidak ada waktu terbuang. Kami ingin DTPK ini benar-benar optimal, bukan seremonial,” tambah Dharma Syahputra.
Melalui program DTPK, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menegaskan komitmennya bahwa pelayanan kesehatan harus hadir untuk seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Komitmen ini sejalan dengan visi Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS untuk mewujudkan Aceh Selatan yang sehat, sejahtera, dan berkeadilan. Tidak boleh ada diskriminasi pelayanan kesehatan antara warga kota Tapaktuan dengan warga pelosok Trumon atau wilayah kepulauan.
“Sehat itu hak semua warga. Mau tinggal di Tapaktuan, di Sawang, di Trumon, di pulau, semua berhak dapat dokter spesialis. Itulah tugas pemerintah, itulah makna DTPK,” pungkas Plt Kadinkes.
Masyarakat Aceh Selatan yang berada di wilayah pelaksanaan DTPK 2-24 November 2026 diimbau untuk segera menghubungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan jadwal kedatangan dokter spesialis dan memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan