Irjen Kemendagri Turun Langsung Tinjau Pengungsi Wilayah Terdampak Banjir di Aceh Selatan
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN —
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irjen Pol Wahyu Bintoro Bawono, turun langsung meninjau kondisi pengungsi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/11/2026).
Dalam hal Penanganan banjir yang melanda wilayah Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Kehadiran pejabat tinggi Kemendagri ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam melihat penderitaan warga Trumon yang sudah berhari-hari bertahan di pengungsian.
Banjir yang melanda Trumon Raya bukan banjir biasa. Luapan Sungai Lae Soraya yang menjadi urat nadi wilayah Trumon, telah merendam ratusan rumah, memutuskan akses jalan, merendam lahan pertanian, dan memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data terbaru menyebutkan, sebanyak 756 warga terdampak banjir di Trumon, dengan 161 jiwa masih mengungsi di posko pengungsian. Di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, ketinggian air bahkan mencapai 130 cm, merendam rumah warga hingga sebatas dada orang dewasa. Kondisi ini membuat warga tidak bisa kembali ke rumah dan harus bertahan di posko dengan keterbatasan logistik.
Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan tiba di Posko Pengungsian Kompi 3 Yon C Satbrimob Polda Aceh. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang dipicu luapan Sungai Lae Soraya.
Suasana di posko pengungsian begitu haru. Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga yang sakit terlihat bertahan dengan tikar seadanya. Irjen Kemendagri menyapa satu per satu warga, mendengarkan keluhan mereka, menanyakan kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan popok bayi.
Dalam kunjungan itu, Irjen Kemendagri yang juga menjabat Kepala Pos Komando Nasional turut menyerahkan bantuan berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bantuan tersebut diterima dan disimpan oleh petugas posko pengungsian untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.
Bantuan sembako ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi bukti bahwa negara hadir di tengah bencana. Warga Trumon yang selama ini merasa jauh dari pusat pemerintahan, kini merasakan langsung perhatian pemerintah pusat.
Usai meninjau posko rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah. Di desa tersebut, rombongan mengecek secara langsung kondisi permukiman dan wilayah yang terdampak genangan banjir.
Di Cot Bayu, rombongan melihat rumah- rumah warga yang masih terendam, jalan gampong yang berubah menjadi sungai, dan lahan pertanian yang gagal panen. Irjen Kemendagri meminta jajaran Pemkab Aceh Selatan untuk memastikan pendataan korban terdampak dilakukan secara akurat agar bantuan tidak salah sasaran.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari pemantauan terhadap dampak bencana sekaligus melihat kondisi faktual masyarakat dan wilayah yang membutuhkan penanganan.
Rombongan dipimpin Irjen Pol Wahyu Bintoro Bawono, didampingi Koordinator Wilayah Aceh II Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, Wakil Koordinator Wilayah Aceh II Kombes Pol Reinhard Reinmond Huwae, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadliansyah, serta Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis.
Turut hadir Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra, perwakilan Direktorat Pembangunan Jalan, jajaran Inspektorat dan Direktorat Jenderal Kemendagri, personel Pos Komando Nasional, serta kepala OPD terkait Pemkab Aceh Selatan.
Kehadiran lengkap unsur TNI, Polri, Kemendagri, dan Pemkab ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan bencana. Tidak ada lagi ego sektoral, semua bahu-membahu untuk warga Trumon.
Tidak hanya memantau dampak banjir di Trumon, rombongan juga melanjutkan agenda peninjauan ke SMP Negeri 1 Trumon Timur di kawasan Ladang Rimba sekitar pukul 16.00 WIB.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi bangunan sekolah pascabencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Setahun lalu, banjir besar juga menghantam sekolah ini, merusak ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas pendidikan lainnya.
Kini, setelah setahun berlalu, pemerintah pusat ingin memastikan apakah rehabilitasi sudah berjalan dan apakah sekolah sudah aman untuk kegiatan belajar mengajar.
Bagi siswa SMPN 1 Trumon Timur, kehadiran rombongan Kemendagri ini adalah harapan baru agar sekolah mereka bisa kembali normal, tidak lagi kebanjiran setiap musim hujan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kunjungan, rombongan bertolak kembali menuju Tapaktuan.
Kehadiran jajaran Pos Komando Nasional Kemendagri di lokasi bencana menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap kondisi penanganan banjir di Aceh Selatan, baik menyangkut kebutuhan pengungsi maupun dampak bencana terhadap fasilitas umum dan infrastruktur pendidikan.
Warga Trumon berharap, kunjungan Irjen Kemendagri ini tidak hanya menjadi kunjungan seremonial, tetapi menjadi awal dari penanganan banjir yang lebih serius dan berkelanjutan, termasuk normalisasi Sungai Lae Soraya, pembangunan tanggul, dan perbaikan infrastruktur jalan dan sekolah yang rusak akibat banjir.

Tinggalkan Balasan