Pemuda Muhammadiyah Subulussalam Dukung Gabung Provinsi BARSELA, Sebut Pangkas Birokrasi 12 Jam ke Banda Aceh
RUANGNUSA.COM I SUBULUSSALAM – Wacana pembentukan Provinsi Barat Selatan (BARSELA) mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Subulussalam. Dukungan itu disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Subulussalam, Okto Ariwandi Hakiki Sihotang, lewat rilis yang diterima wartawan, Selasa (22/09/2026).
“Kita sangat sepakat dengan konsep awal BARSELA yang mengikutsertakan Kota Subulussalam di dalamnya,” kata Okto.
Menurut Okto, bergabungnya Subulussalam ke provinsi baru itu akan mempercepat pembangunan daerah sekaligus memangkas rantai birokrasi menuju tingkat provinsi.
Ia mencontohkan, warga di kawasan perbatasan Aceh–Sumatera Utara itu selama ini butuh waktu hingga 12 jam perjalanan hanya untuk berkoordinasi ke Banda Aceh. Waktu tempuh itu bisa dipangkas jauh lebih efisien jika Subulussalam masuk wilayah administrasi BARSELA.
Dari sisi ekonomi, Okto menilai posisi Subulussalam yang strategis di jalur perbatasan berpotensi menjadikannya pusat transit logistik kawasan. Apalagi Pemko Subulussalam disebut tengah menyiapkan Pusat Distribusi Regional (PDR) untuk kebutuhan pokok wilayah BARSELA.
“Ini akan mengangkat Subulussalam dari kota pemekaran termuda jadi kota jasa dan perdagangan,” ujarnya.
Ia juga memproyeksikan pendapatan daerah berpeluang meningkat. Sebab, jatah anggaran yang selama ini dibagi untuk 23 kabupaten/kota se-Aceh akan menyusut jadi delapan daerah dalam skema BARSELA, sehingga porsi tiap daerah otomatis membesar dan defisit anggaran berpotensi tertekan.
Selain itu, Okto menyebut bergabungnya Subulussalam bakal membuka lapangan kerja baru sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Kedekatan kultur dan budaya antara Subulussalam dengan daerah-daerah calon anggota BARSELA lain turut memperkuat alasan bergabung, mengingat sebagian besar wilayah tersebut memiliki akar sosial dan adat yang serupa.
Ia berharap proses menuju pembentukan provinsi baru itu terus dikawal seluruh elemen masyarakat.
“Hal ini nantinya bisa sangat menguntungkan bagi masyarakat Kota Subulussalam khususnya, dan pemerintah Kota Subulussalam pada umumnya,” pungkas Okto.

Tinggalkan Balasan