Aksi Nyata Lawan Kabut Asap, Puskesmas Blang Keujeren Bagi Masker Gratis di Jalan Nasional Aceh Selatan
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Aceh Selatan mulai direspons dengan langkah nyata. UPTD Puskesmas Blang Keujeren, Kecamatan Labuhanhaji Barat, turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di jalan Nasional, Kamis (15/10/2026).
Langkah ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan bentuk kewaspadaan dini untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPTD Puskesmas Blang Keujeren, Suhermi, SKM, menyatakan pembagian masker dilakukan sebagai upaya antisipatif menyikapi kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Aceh Selatan.
Menurutnya, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika kualitas udara menurun dan warga masih harus beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker ini merupakan salah satu langkah pencegahan agar masyarakat lebih terlindungi dari paparan kabut asap, khususnya bagi pengendara dan warga yang beraktivitas di luar rumah,” ujar Suhermi.

Suhermi menegaskan, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. Langkah UPTD Puskesmas Blang Keujeren tersebut sejalan dengan arahan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Dharma Syahputra,S.IP., M.Ec.Dev., meminta seluruh kepala puskesmas segera mengambil langkah antisipatif sesuai kondisi wilayah kerja masing- masing.
Adapun langkah utama yang ditekankan yakni membagikan masker kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap penyakit akibat paparan asap, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya.
Mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat. Warga juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.
Dinas Kesehatan menekankan agar seluruh puskesmas menjalankan langkah-langkah tersebut secara proaktif, terkoordinasi, dan responsif terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
Menurut Suhermi, kabut asap bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Paparan asap dapat memicu iritasi mata dan saluran pernapasan, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.
Karena itu, pembagian masker dan penyuluhan kesehatan menjadi bagian penting dari upaya perlindungan masyarakat. Namun, kewaspadaan tidak boleh berhenti pada pembagian masker semata.
Masyarakat diharapkan ikut mengambil langkah pencegahan dengan mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, menutup jendela ketika asap masuk, serta mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala berat.
Gerak cepat Puskesmas Blang Keujeren menjadi bentuk kehadiran layanan kesehatan di tengah masyarakat saat risiko lingkungan meningkat. Di tengah kepungan kabut asap, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pencegahan tidak boleh terlambat, sebab menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada menunggu penyakit datang.

Tinggalkan Balasan