RUANGNUSA.COM I BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh gelar kegiatan Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 se- Aceh, bertempat di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh pada 12–13 Oktober 2026.

Acara yang mengangkat tema, “Optimalisasi Sasaran Indikatif Tanaman Pangan TA 2027 Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan” dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Restu Andi Surya, S.STP., MPA. (mewakili Gubernur Aceh).

Workshop itu turut dihadiri Dinas Pertanian Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh, dan seluruh Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam acara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan, Zulkiflinur memaparkan, kondisi tiga Daerah Irigasi (DI) yang ada di Aceh Selatan. Akibat tidak normalnya beberapa irigasi berdampak kepada para petani yang ada di Aceh Selatan.

Yang paling parah Kondisi Daerah Irigasi (DI) Gunong Pudong yang mengairi 2.216 hektare sawah di Aceh Selatan dalam keadaan sangat memprihatinkan.

“Keadaan 3 DI yang berada di bawah kendali Dinas Pengairan Provinsi Aceh, terutama DI Gunong Pudong yang mengairi 2.216 hektar sawah di wilayah Kluet Raya,Aceh Selatan. Kondisinya disebut sangat memprihatinkan akibat pendangkalan sedimen yang parah, sehingga para petani terkendala dalam turun ke sawah,”ucap Zulkiflinur (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan, saat dikonfirmasi Ruangnusa, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan Workshop yang menghadirkan
Narasumber Penting yakni Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdinansyah, S.T., M.T., yang memaparkan materi pola tanam padi Musim Tanam (MT) Rendeng dan Gadu Tahun 2026/2027.

Plt Dinas Pertanian Aceh Selatan dalam kesempatan itu berharap Dinas Pengairan Provinsi Aceh dapat melakukan perbaikan atau normalisasi pada 3 DI di Aceh Selatan.

Sementara itu, Kadis Pengairan Provinsi Aceh, Erwin Ferdinansyah, S.T., M.T menyampaikan keprihatinannya dan akan melakukan kegiatan rehab dan normalisasi sedimen. kalau anggarannya di setujui di tahun depan.

“Kalau anggaran operasional nya disetujui dan ada di 2027, kegiatan rehab/normalisasi sedimen di sepanjang 28 kilometer di 4 Kecamatan, yaitu Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, dan Pasie Raja. Akan kita laksanakan di tahun 2027,”ucap Erwin Ferdinansyah dalam pesan WhatsAppnya singkat.

Mudah-mudahan kalau anggaran tersedia bisa kita programkan ke depan,”Saat ini sedang kita usahakan. Insyaallah awal tahun 2027 kalau ada anggaran pasti dilaksanakan,” ungkapnya.

Harapan Petani Kluet Raya

DI Gunong Pudong merupakan sumber pengairan utama bagi ribuan petani di kawasan Kluet Raya, Aceh Selatan. Kerusakan dan pendangkalan saluran sepanjang puluhan kilometer tersebut berdampak langsung pada produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah.

Rehab total sepanjang 28 km diharapkan dapat mengembalikan fungsi irigasi dan mengairi kembali 2.216 ha sawah secara optimal pada musim tanam 2027.

Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027 sendiri bertujuan menyinkronkan program ketahanan pangan antara provinsi dan kabupaten/kota untuk tahun anggaran mendatang.