Skar Fharaby Dampingi Satgas PRR Monitoring Pascabencana di 3 Kecamatan Aceh Selatan
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat turun langsung ke Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan dilakukan untuk monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana sekaligus melihat kondisi wilayah terdampak di lapangan.
Ketua Tim Satgas PRR, Dr. Imran, M.Si., M.A.C, bersama jajaran mengunjungi sejumlah lokasi terdampak di Aceh Selatan. Tim didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan, Skar Fharaby, ST., MT.
Monitoring lapangan difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Trumon, Trumon Timur, dan Kota Bahagia.
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi penanganan pascabencana. Tujuannya untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi infrastruktur dan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan pihaknya mendampingi langsung Tim Satgas PRR selama melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah lokasi.
“Tim Satgas PRR bersama jajaran melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah Aceh Selatan, khususnya Kecamatan Trumon, Trumon Timur dan Kota Bahagia,” ujar Skar, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, monitoring secara langsung diperlukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan secara lebih jelas. Hasil pemantauan tersebut diharapkan menjadi bahan dalam proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Skar menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas PUPR siap mendukung proses koordinasi dan pendataan kebutuhan penanganan pascabencana sesuai kewenangan serta kondisi faktual di lapangan.
“Pemerintah daerah siap mendukung proses koordinasi dan pendataan kebutuhan penanganan pascabencana sesuai kewenangan dan kondisi di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi bersama ini juga untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat serta kondisi infrastruktur yang terdampak.
Dengan turun langsung ke wilayah terdampak, diharapkan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Selatan dapat terpetakan secara lebih komprehensif. Sehingga proses penanganan pascabencana dapat berjalan terarah dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan