RUANGNUSA.COM | BIREUEN – Julaidar SPd MPd, guru SMKN 1 Gandapura lulus Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh UPT Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Aceh.

Berdasarkan Keputusan Dirjen GTK Kemendikdasmen Nomor 50 Tahun 2026 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Tahun 2026, Julaidar SPd MPd bersama 66 guru dari berbagai jenjang (SD/SMP/SMA/SMK) dalam Provinsi Aceh dinyatakan lulus. Dan Julaidar satu-satunya guru dari jenjang SMA/SMK yang lulus.

Program ini hadir sebagai respons nyata terhadap kesenjangan yang masih lebar: jumlah siswa yang membutuhkan layanan pendidikan inklusif di Indonesia jauh melampaui ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) di lapangan.

Julaidar sebelumnya telah lulus pelatihan pendidikan inklusif tingkat lanjut, kini perjalanannya sudah memiliki sertifikasi sebagai GPK profesional.

Dengan lulusnya Julaidar, nantinya yang bersangkutan akan berperan sebagai mitra konsultasi yang mendorong pendidikan inklusif di sekolah-sekolah serta berperan dalam mengembangkan praktik intervensi perilaku positif, dukungan intensif dan program pembelajaran berbasis bukti faktual bagi murid penyandang disabilitas.

Dengan Lulusan Pelatihan Pendidikan Tingkat Mahir, Julaidar juga memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan sebagai Guru Pendidikan khusus yang akan bertugas di Unit Layanan Disabilitas (ULD).

ULD sebagai organisasi perangkat daerah yang berada di Dinas Pendidikan membersamai Murid Penyandang Disabilitas dan sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran yang bermutu dan berkeadilan.

Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh, Wilayah Kabupaten Bireuen Yusnita SE Ak SPd MPd merasa bangga atas lulusnya guru SMKN 1 Gandapura, Julaidar, yang merupakan satu-satunya guru dalam wilayah Cabdin Bireuen lulus pelatihan Pendidikan inklusif Tingkat mahir tahun 2026.

“Saya mengucapkan selamat kepada ibu Julaidar yang telah lulus mengikuti program tersebut. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama pelatihan bermanfaat dan berguna demi mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan untuk semua,” ucap Plt. Kacabdin Bireuen, Senin (5/10/202).

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan SSi MPd merasa senang atas kelulusan gurunya.

“Guru yang telah lulus Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir memiliki peran krusial yang jauh lebih strategis dibanding sekadar mengajar di kelas. Setelah menyelesaikan pelatihan intensif 134 JP dan magang, mereka dicetak untuk menjadi motor penggerak, pembimbing, dan spesialis dalam layanan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) di sekolah,” jelas Feri Irawan.