RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Tokoh masyarakat Labuhanhaji Barat yang juga mantan Anggota DPRK Aceh Selatan, Azmir, SH, mempertanyakan sambungan jaringan pipa air bersih dari Desa Batee Meucanang untuk mengaliri Desa Suak Lokan, Kecamatan Labuhanhaji.

Azmir mendukung program air bersih pemerintah, namun menilai pemasangan jaringan tersebut perlu dikaji menyeluruh terkait ketersediaan debit air dan kebutuhan masyarakat di wilayah Kemukiman Blang Keujeren.

“Program pemerintah tentu kita dukung. Tetapi harus ada evaluasi dan kajian yang menyeluruh, sehingga jangan sampai mengganggu jaringan atau intake yang selama ini sudah digunakan masyarakat,” kata Azmir di Tapaktuan, Jumat (18/9/2026).

Azmir menyebut jarak titik sambungan pipa di kawasan Pasar Blang Keujeren ke Desa Suak Lokan mencapai hampir 6 kilometer.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu jadi pertimbangan karena kebutuhan air bersih di sejumlah desa yang selama ini dilayani jaringan tersebut juga belum sepenuhnya tercukupi.

“Kalau air dari Batee Meucanang dialirkan ke Suak Lokan dengan jarak yang cukup jauh, kita khawatir manfaatnya tidak maksimal. Apalagi anggarannya sekitar Rp1,7 miliar. Jangan sampai kemudian tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pemilihan sumber air. Di sekitar Suak Lokan disebut ada sumber air yang lebih dekat sehingga perlu dipertimbangkan sebagai alternatif.

Azmir mengkhawatirkan jika jaringan Batee Meucanang tetap dikoneksikan ke Suak Lokan, kebutuhan air masyarakat di sejumlah desa di Kemukiman Blang Keujeren ikut terdampak.

Seperti Desa Batee Meucanang, Surya Indah Kuta Trieng, Peulokan, Tengah Iboh, Tutong, Ujung Padang dan Kuta Iboh.

“Pekerjaan pipanya juga belum seluruhnya tersambung dan baru mulai dikerjakan. Karena itu masih ada ruang untuk melakukan kajian kembali,” katanya.

Azmir juga menyinggung pengelolaan instalasi air di Batee Meucanang yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan masyarakat, namun pengelolaannya oleh PDAM Tirta Naga Tapaktuan dinilai belum maksimal.

Ia juga mempertanyakan proses perencanaan karena sejumlah pemangku kepentingan di tingkat desa, mukim dan kecamatan belum diberitahukan maupun dilibatkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Aceh Selatan, Darma Sabri, ST, membenarkan adanya program jaringan pipa air untuk Desa Suak Lokan yang sumber sambungannya dari Batee Meucanang.

“Memang sebelumnya orang PDAM ikut ke lokasi. Berdasarkan hasil desk dengan pihak kementerian, Gampong Suak Lokan termasuk dalam wilayah kerja PDAM,” jelas Darma.

Penanganan SPAM Suak Lokan diarahkan melalui PDAM dengan perluasan dan peningkatan sarana dan prasarana SPAM PDAM yang telah tersedia agar pelayanan terintegrasi.

Terkait kekhawatiran debit, Darma mengatakan data yang diterima menunjukkan debit masih mencukupi.

“Jadi debit yang sudah ada, berdasarkan data mereka masih mencukupi. Hal itu sudah kita koordinasikan dengan PDAM,” katanya.

PUPR bersama PDAM juga akan mendata instalasi air yang telah terbangun di Aceh Selatan yang semestinya dikelola PDAM untuk proses serah terima.

“Saya baru setahun menjadi Kabid Cipta Karya. Karena kegiatan cukup padat, kami belum sempat melakukan pendataan secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menambahkan sebagian Sambungan Rumah (SR) pada jaringan tersebut sudah terpasang dan koordinasi dengan PDAM terus dilakukan agar pembangunan mendukung pelayanan air bersih berkelanjutan.