Pohon Pisang “Tumbuh” di Jalan Lintas Tapaktuan – Blang Pidie, Anggota DPRK Fizia Mayelli Sorot Kinerja Satker PPK 24 BPJN Provinsi Aceh
RUANGNUSA.COM I Tapaktuan – Anggota DPRK Aceh Selatan, Fizia Mayelli menangapi keluhan warga Labuhanhaji atas aksi penanaman pohon pisang di badan jalan nasional lintas Tapaktuan – Blang Pidie yang sudah lama rusak parah tampa ada perhatian serius dari instansi terkait.
“Pembangunan jalan lintas nasional sudah tanggung jawab Pemerintah Aceh dibawah kendali Satker PPK 24 BPJN Provinsi Aceh. Dalam hal ini kita menilai kinerja satker PPK 24 PJN Aceh lamban dalam menangani pembangunan jalan rusak khususnya di lintas Aceh Selatan,” ucap Fizia Mayelli kepada Ruangnusa.com, Kamis (14/5/2026).
Fizia menjelaskan anehnya jalan lintas nasional yang masih bagus seperti di Kecamatan Meukek malah di bagun baru. Sementara jalan yang benar-benar rusak parah dibiarkan begitu saja, tampa adanya perbaikan. Sehingga hal ini mendapatkan protes dari warga Labuhanhaji.

Terkait kondisi infrastruktur jalan nasional tempatnya di depan SPBU Labuhanhaji Barat sangat memprihatikan. Sorotan ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan dan kelancaran mobilitas warga di kawasan tersebut.
“Akibat rusaknya jalan lintas nasional Tapaktuan- Blang Pidie banyaknya lubang di badan jalan utama itu dikuatirkan dapat membahayakan pengguna jalan pada berpergian di malam hari atau saat hujan deras ketika lubang tertutup genangan air,”jelas Fizia politisi dari Partai PKB Aceh Selatan.
Fizia yang juga selaku putri Labuhanhaji itu menyorot keras kinerja Satker PPK 24 PJN dalam menangani pembangunan jalan lintas Nasional khususnya di wilayah Aceh Selatan sembari meminta pembangunan jalan tersebut seharusnya dibangun sesuai kondisi rusak parahnya yang mendapatkan prioritas.
Sebagai wakil rakyat, Fizia mendesak Pemerintah Aceh melalui instansi terkait
segera melakukan peninjauan lapangan ke titik-titik kerusakan terparah dan diharapkan upaya rehabilitasi atau tambal sulam sebagai langkah darurat sebelum dilakukan pengaspalan permanen.
“Sorotan ini merupakan bentuk penyambung lidah dari keluhan masyarakat Labuhan Haji yang selama ini merasa dianaktirikan dalam hal pembangunan infrastruktur jalan,” ujarnya.
Selain itu warga Labuhanhaji Raya juga berharap agar perbaikan tidak sekadar janji, melainkan ada tindakan nyata di lapangan demi kenyamanan bersama.
“Infrastruktur jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian daerah. Keterlambatan penanganan tidak hanya berdampak pada materi, tetapi juga keselamatan nyawa pengguna jalan,” tutupnya.
Hingga berita ini turun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan di lokasi tersebut.

Tinggalkan Balasan