Ketua DWP Kemenag Aceh Selatan Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Dukung GAMAS
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Selatan, dr. Hessi Arfina, M.K.M, mengajak seluruh orang tua untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah. Ajakan ini sekaligus mendukung Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah atau GAMAS yang digencarkan secara nasional.
Menurut dr. Hessi, hari pertama sekolah adalah momen penting untuk membangun kesiapan mental, emosional, dan karakter anak. Kehadiran ayah dan ibu di sekolah memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi anak saat memasuki lingkungan belajar baru.
“Kehadiran orang tua di hari pertama sekolah merupakan bentuk kasih sayang yang akan dikenang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Anak yang merasa didukung akan lebih siap berinteraksi dengan guru dan teman, serta punya motivasi belajar lebih baik,” ujar dr. Hessi kepada wartawan, Jum’at (10/7/2026).
Keluarga Jadi Pondasi Pendidikan Karakter
dr. Hessi menegaskan keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Nilai disiplin, jujur, tanggung jawab, peduli, dan hormat kepada orang lain mulai ditanamkan di rumah sebelum diperkuat di sekolah.
Ia menyebut keterlibatan orang tua sejak awal tahun ajaran memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter generasi muda. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Pendidikan tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke sekolah. Harus ada kemitraan antara keluarga, guru, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan ramah anak,” jelasnya.
Tantangan Zaman Digital, Peran Orang Tua Semakin Penting
Ketua DWP Kemenag Aceh Selatan itu juga menyoroti tantangan pendidikan saat ini. Anak-anak tidak hanya dituntut secara akademik, tetapi juga harus menghadapi arus informasi digital dan tantangan sosial.
Penelitian pendidikan menunjukkan keterlibatan aktif orang tua mampu meningkatkan prestasi, memperbaiki kedisiplinan, mengurangi risiko putus sekolah, hingga menjaga kesehatan mental anak.
Bagi siswa baru di jenjang RA, MIN, MTsN, MA/Sederajat di Aceh Selatan, hari pertama sering memicu rasa cemas. Kehadiran orang tua diyakini membantu anak lebih cepat beradaptasi dengan guru dan teman baru.
Bukan Seremonial, Tapi Komitmen Jangka Panjang
dr. Hessi mengimbau agar momentum mengantar anak juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan pihak sekolah. Hubungan baik orang tua dan guru akan mempermudah pendampingan akademik dan karakter anak.
“GAMAS bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini simbol bahwa keluarga hadir sebagai pendidik pertama dan mitra utama sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan karakter harus berlanjut setelah hari pertama. Orang tua diminta membiasakan komunikasi hangat, memberi teladan, mengawasi penggunaan gadget secara bijak, dan menciptakan suasana rumah yang mendukung belajar.
Melalui Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, DWP Kemenag Aceh Selatan berharap muncul kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kolaborasi keluarga dan sekolah.
“Langkah sederhana mengantar anak menjadi pesan kuat bahwa setiap anak berhak mendapat dukungan penuh untuk mengawali perjalanan pendidikannya,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan