Jelang Purna Tugas 1 September, Camat Anhar Persembahkan Upacara HUT RI ke-81 Terbaik untuk Labuhanhaji
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Lapangan Padang Bakau, kawasan Pantai SBB Labuhanhaji, tampak berbeda. Merah Putih berkibar, barisan peserta upacara berdiri tegap, sementara suasana pantai menjadi saksi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Namun, di balik khidmatnya upacara tersebut, tersimpan sebuah momentum yang jauh lebih personal bagi Camat Labuhanhaji, Anhar, SKM.
Tinggal hitungan hari, tepatnya 1 September 2026, Anhar akan memasuki masa purna tugas. Upacara HUT ke-81 RI yang dipimpinnya sebagai pembina upacara pun menjadi salah satu momentum terakhir dalam perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur pemerintahan di tengah masyarakat Labuhanhaji.
Karena itu, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Bagi Anhar, momentum tersebut menjadi semacam persembahan terakhir—sebuah ikhtiar untuk meninggalkan kesan terbaik sebelum menutup lembar panjang pengabdiannya.
Upacara berlangsung tertib, lancar dan semarak. Seluruh unsur pemerintahan, TNI-Polri, aparatur gampong, dunia pendidikan, pemuda, tokoh masyarakat serta warga ikut mengambil bagian.
Yang membuat pelaksanaan tahun ini semakin membanggakan, Kecamatan Labuhanhaji berhasil meraih predikat terbaik dalam aspek kebersihan pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI.
Bagi Anhar, penghargaan tersebut bukanlah kemenangan pribadi. Justru sebaliknya, ia melihat capaian itu sebagai cermin dari kekompakan masyarakat Labuhanhaji.
“Atas semua capaian ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Labuhanhaji,” ujar Anhar.
Anhar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur Muspika, TNI-Polri, para keuchik dan perangkat gampong, tokoh masyarakat, pemuda, kepala sekolah dan seluruh insan pendidikan, serta masyarakat Labuhanhaji.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak mungkin dicapai hanya dengan kemampuan pemerintah kecamatan. Gotong royong dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama.
Semangat kemerdekaan di Labuhanhaji sesungguhnya telah terasa jauh sebelum 17 Agustus. Berbagai kegiatan digelar untuk memastikan peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti sebagai upacara bendera.
Salah satunya melalui karnaval kemerdekaan yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA/sederajat. Anak-anak dan pelajar tampil dengan kostum serta kreativitas masing-masing. Jalanan berubah menjadi panggung terbuka yang memperlihatkan warna-warni semangat generasi muda.
Semangat kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan jalan santai HUT ke-81 RI. Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti kegiatan tersebut. Tidak ada sekat antara aparatur, pemuda, pelajar, tokoh masyarakat dan warga biasa.
Semarak kemerdekaan kemudian berlanjut ke arena olahraga. Turnamen mini soccer menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda. Hal serupa terlihat dalam pertandingan bola voli dan perlombaan catur yang menguji konsentrasi, kesabaran dan strategi lintas usia.
Berbagai perlombaan rakyat dan permainan tradisional turut melengkapi rangkaian kegiatan. Tawa, sorak dan kegembiraan warga menjadi bagian dari wajah Labuhanhaji selama bulan kemerdekaan.
Bagi Anhar, rangkaian kegiatan tersebut memiliki arti yang lebih dalam. 1 September 2026 akan menjadi tanggal penting dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, HUT ke-81 RI di Labuhanhaji seakan menjadi salah satu halaman terakhir dari buku pengabdiannya.
Ia memilih menutup halaman itu bukan dengan seremoni perpisahan, melainkan dengan kerja. Memastikan upacara berjalan baik, masyarakat terlibat, lingkungan tetap bersih, dan semangat kebersamaan tetap hidup.
“Ini adalah sebuah kebanggaan untuk kampung halaman tercinta dan daerah Aceh Selatan,” kata Anhar.
Bagi Anhar, purna tugas tidak harus dimaknai sebagai berakhirnya pengabdian. Masa tugas sebagai aparatur boleh selesai, tetapi kecintaan terhadap masyarakat dan daerah tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Anhar mungkin akan meninggalkan kursi Camat Labuhanhaji pada 1 September mendatang. Tetapi apa yang ia lakukan pada momentum HUT ke-81 RI meninggalkan sebuah pesan sederhana: jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak harus berhenti bersama jabatan.

Tinggalkan Balasan