RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Hasil tes laboratorium sampel air Sungai Krueng Luas dan sampel limbah dari PT Aceh Trumon Anugrah Kita (ATAK) yang dikirim ke Banda Aceh beberapa waktu lalu dikabarkan sudah keluar. Namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan masih menunggu tim teknis untuk menelaah hasil tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kembali mengeluhkan dugaan pencemaran Sungai Krueng Luas yang diduga berasal dari limbah PT ATAK.

Keluhan mencuat setelah warga menemukan sejumlah ikan mati di aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Seorang warga, Sumadi, mengatakan air yang diduga berasal dari limbah perusahaan mengalir ke sungai hingga menyebabkan ikan mati.

“Air limbah diduga mengalir ke sungai dan menyebabkan ikan mati,” ujar Sumadi kepada wartawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, Kasputra, ST., MM melalui Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Alimuddin membenarkan hasil tes laboratorium sudah keluar.

“Benar hasil tes Laboratorium Sampel air Sungai Krueng Luas yang dikirim ke Banda Aceh beberapa waktu lalu itu, sudah keluar. Namun hasilnya belum bisa kita publish,” katanya saat dikonfirmasi Ruangnusa.com, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, hasil belum bisa dipublikasikan karena tim teknis DLH masih menelaah data laboratorium tersebut.

“Nanti Dinas (DLH) akan buat konferensi pers setelah tim teknis kita mentelaah hasil Laboratorium itu. Terkait hal ini kita minta teman-teman untuk bersabar,” ungkapnya.

DLH Aceh Selatan memastikan akan segera menggelar konferensi pers setelah telaah tim teknis selesai. Hal ini untuk memberikan penjelasan yang akurat kepada publik terkait dugaan pencemaran dan dampaknya terhadap lingkungan di Kecamatan Trumon Timur.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar aktivitas perusahaan tidak berdampak buruk pada ekosistem sungai dan kebutuhan dasar masyarakat.