Fogging Massal DBD di Blangpidie Abdya, Dinkes Imbau Warga Aktif PSN 3M Plus
RUANGNUSA.COM I ABDYA – Pemerintah Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pengasapan atau fogging massal di seluruh wilayah gampong, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Fogging berlangsung satu hari penuh dengan menyasar seluruh pemukiman warga. Anggaran kegiatan bersumber dari dana desa dan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Abdya.
Keuchik Gampong Mata Ie, Junaidi, ID mengatakan fogging dilakukan setelah ditemukannya warga yang terindikasi dan terdampak DBD pada Agustus lalu.
“Karena ada warga kita yang terdampak DBD pada Agustus lalu, sehingga kita melakukan fogging untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran DBD lebih luas,” ujar Junaidi.
Ia menyebut cuaca yang tidak menentu belakangan ini juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko masyarakat terserang demam, baik anak-anak maupun dewasa.
“Kita berharap dengan dilakukan fogging ini masyarakat dapat terhindar dari penyakit demam berdarah,” ucapnya.
Junaidi mengajak warga aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran pembuangan atau got.
“Tumpukan sampah di saluran got dapat memicu genangan air yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk Aedes aegypti. Saya berharap masyarakat lebih aktif gotong royong demi memutus mata rantai penularan DBD,” ungkap Junaidi.
Kegiatan turut didampingi Babinkamtibmas Miswar, petugas Dinkes, dan aparatur Gampong Mata Ie.
Penanggung Jawab Program DBD Dinkes Abdya, Rahmad Hidayat menjelaskan fogging bertujuan memutus mata rantai penularan dan membasmi nyamuk dewasa.
Namun menurutnya, fogging bukan satu-satunya cara. Upaya paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, Menguras, Menutup, Mengubur.
“Kita berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah masing-masing melalui PSN karena itu yang lebih efektif dalam penanganan DBD,” sebut Rahmad.
Ia mengajak masyarakat rutin gotong royong memastikan lingkungan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Kami berharap masyarakat aktif melakukan PSN, karena langkah pencegahan mandiri itulah yang paling efektif menekan DBD,” pungkas Rahmad.

Tinggalkan Balasan