Fahmil Arabi Percussion Go Internasional: Musisi Aceh Bawa Rapai ke Makedonia Utara Mendapatkan Apresiasi Bupati Aceh Selatan
RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Musisi asal Aceh, Fahmil Arabi, bersiap membawa kekayaan musik daerah ke panggung internasional. Melalui Fahmil Arabi Percussion, ia dijadwalkan tampil di Makedonia Utara (North Macedonia), sebuah kesempatan untuk memperkenalkan kekhasan musik Aceh kepada audiens mancanegara.
Fahmil Arabi kepada Ruangnusa.com, Rabu (14/10/2026) mengatakan, Penampilan tersebut menjadi momentum penting bagi musik tradisional Aceh untuk menjangkau panggung yang lebih luas.
“Perpaduan instrumen perkusi dan karakter musikal khas Tanah Rencong berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat musik internasional,” ucapnya.
Fahmil Arabi juga mengatakan, penampilan di makedonia utara mendapat dukungan penuh dari Kementrian Kebudayaan dan Ekraf sebagai pendukung perjalanan kali ini.
Dan sebagai putra daerah aceh selatan, fahmil juga mendapat apresiasi penuh dari Bupati Aceh selatan. sebagai bentuk seniman daerah menembus panggung internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Selatan, H Mirwan MS, atas apresiasi yang telah di berikan kepada kami,” katanya.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi musisi etnik Aceh lainnya bahwa karya berbasis identitas budaya mendapat perhatian dari pemerintah.
Fahmil Arabi dikenal sebagai salah satu musisi yang aktif dalam perkembangan musik etnik Aceh. Ia juga pernah terlibat dalam pertunjukan Tribute to Nyawoung di Taman Seni Budaya Aceh, Banda Aceh, pada Mei 2026 lalu bersama sejumlah musisi Aceh lainnya.
Musik etnik Aceh memiliki kekayaan bunyi dan tradisi yang dapat dikembangkan melalui berbagai eksplorasi musikal. Kehadiran musisi Aceh dalam pertunjukan internasional menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat dunia.
Rencana penampilan Fahmil Arabi Percussion di Makedonia Utara diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi serta memperluas apresiasi terhadap musik Aceh di tingkat global.
“Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa karya seniman daerah memiliki peluang untuk menembus panggung internasional tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya, terlebih dengan adanya dukungan dari Bupati Aceh Selatan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan