Dari 93 Calon Jamaah Haji Abdya Tahun 2026 Yang Diberangkatkan Satu Ditunda
RUANGNUSA.COM I Abdya — Sebanyak satu orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026 akibat sakit.
Dengan demikian, jumlah jamaah yang dipastikan berangkat tahun ini berkurang dari 93 menjadi 92 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji Abdya, M Yatim, mengatakan jamaah yang menunda keberangkatan tersebut adalah Sabiwan, warga Kecamatan Manggeng.
Saat ini, Sabiwan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh.
“Beliau sedang dirawat di RSZA karena sakit dan sudah mengajukan penundaan keberangkatan tahun ini,” kata M Yatim kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Yatim, pemerintah akan memprioritaskan keberangkatan Sabiwan pada musim haji tahun depan setelah kondisi kesehatannya membaik.
“Kita doakan semoga beliau segera pulih sehingga tahun depan bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Abdya, Amrizal, secara resmi melepas 92 CJH di Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie.
Prosesi pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala satuan kerja perangkat kabupaten, dan keluarga jamaah.
Dalam sambutannya, Amrizal mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Menurut dia, cuaca ekstrem dan perbedaan lingkungan menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah, terutama lanjut usia.
“Perjalanan menuju Arab Saudi membutuhkan kesiapan fisik yang baik, apalagi kondisi cuaca dan lingkungan di Makkah serta Madinah berbeda dengan di tanah air,” kata Amrizal.
Ia juga meminta petugas pendamping haji memberi perhatian lebih kepada jamaah lansia selama proses ibadah berlangsung.
Data Kementerian Haji Abdya mencatat jamaah tahun ini terdiri atas 29 laki-laki dan 64 perempuan yang berasal dari delapan kecamatan.
Jamaah tertua tercatat atas nama Ramli Ganto, 88 tahun, warga Kuala Batee. Sementara jamaah termuda adalah Dhabith Ramadhani Al Ghifari, 18 tahun, asal Kecamatan Susoh.
Selain Ramli, terdapat tiga jamaah lanjut usia lain yang masuk kategori prioritas pendampingan, yakni Syarifah, 85 tahun, Nurmala IB, 80 tahun, dan Asni, 85 tahun.
Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Muhammad Rasyid, mengatakan rombongan jamaah dijadwalkan bergerak menuju Banda Aceh dengan singgah di sejumlah titik untuk prosesi peusijuek atau tepung tawar.
“Setiba di Banda Aceh, jamaah akan menginap di Hotel Kuala Raja sebelum masuk asrama haji pada Minggu pagi,” kata Rasyid.
Ia menjelaskan jamaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Banda Aceh pada 17 Mei 2026 untuk pemeriksaan kesehatan dan pembekalan akhir.
“Selanjutnya, jamaah akan diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Jeddah, Arab Saudi, pada dini hari,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan