RUANGNUSA.COM I ‎TAPAKTUAN – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Aceh Selatan terus berproses sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Meski telah memiliki puluhan peserta didik, Sekolah Rakyat Aceh Selatan hingga kini masih menghadapi kendala keterbatasan sarana karena belum memiliki gedung permanen.

‎‎Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Eja Rinanda Irma, mengatakan hingga Juni 2026 jumlah siswa yang telah mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Aceh Selatan mencapai 74 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 49 siswa jenjang SMP yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel) dan 25 siswa jenjang SMA dalam satu rombel.

‎Menurut Eja, proses penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027 saat ini masih berlangsung dan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

‎”Untuk tahun pelajaran 2026/2027, jumlah calon siswa yang akan masuk ke Sekolah Rakyat Aceh Selatan sebanyak 60 orang, terdiri dari 30 siswa jenjang SMP dan 30 siswa jenjang SMA,” ucap Eja kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026) malam.

‎Namun, calon siswa tersebut belum dapat mengikuti proses belajar di Aceh Selatan karena Sekolah Rakyat setempat masih belum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Saat ini, kegiatan Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Labuhanhaji sebagai lokasi sementara.

‎Akibat keterbatasan tersebut, seluruh siswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 untuk sementara akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Nagan Raya.

‎”Saat ini kita belum memiliki gedung permanen. Karena itu, siswa yang diterima tahun ini untuk sementara dititipkan ke Sekolah Rakyat Nagan Raya sampai fasilitas di Aceh Selatan tersedia,” kata Eja.

‎Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Selain pengajuan pembangunan, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.

‎”Kami berharap pada tahun 2027 Sekolah Rakyat Aceh Selatan sudah memiliki gedung permanen sendiri sehingga proses belajar mengajar dapat dilaksanakan sepenuhnya di daerah ini,” ujarnya.

‎Terkait Kesiapan Lahan

Eja optimistis prosesnya dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Insya Allah tahun ini sudah ada kepastian terkait lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Aceh Selatan.

“Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.

‎Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program nasional yang bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin.

‎Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih merata di berbagai daerah, termasuk Aceh Selatan.