RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN– Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kembali menggelar pasar murah. Sebanyak 350 paket sembako disalurkan di halaman Kantor Camat Samadua, pada Jumat (23/10/2026).

Warga hanya perlu menebus Rp130 ribu per paket. Padahal jika dibeli di pasar biasa, isinya mencapai Rp187 ribu, artinya warga hemat Rp57 ribu per paket.

Pasar murah hari kedua ini digelar Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan bersama Karang Taruna Kabupaten Aceh Selatan.

Setiap paket berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, dan 1 papan telur. Dengan 350 paket tersalurkan, total penghematan yang dinikmati warga di Samadua mencapai Rp19,95 juta.

Penyerahan simbolis dilakukan Ketua Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS, SKM, kepada warga. Turut hadir Kadis Dagperinkop UKM T. Harida Aslim, SE., MM., dan Camat Samadua M. Iqbal, SH.

Pasar murah ini digelar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan berlangsung 22-31 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Kecamatan Pasie Raja.

Ketua Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS mengatakan pasar murah ini bukan sekadar kebijakan, tapi wujud kesetiakawanan sosial.

“Pelaksanaan pasar murah bukan lagi sekadar kebijakan makro pemerintah, melainkan wujud nyata dari kesetiakawanan sosial dan pemberdayaan pemuda untuk membantu kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput,” kata Rudi.

Menurutnya, ekonomi Aceh Selatan yang bergantung pada pala, sawit, dan hasil laut membuat warga rentan terjepit saat harga komoditas turun sementara sembako naik.

“Ekonomi Aceh Selatan sangat bergantung pada pala, sawit, dan hasil laut. Ketika harga komoditas itu turun sementara harga sembako naik, masyarakat terjepit dari dua sisi. Pasar murah membantu menahan tekanan itu,” jelasnya.

Bagi warga, selisih harga itu sangat membantu. Seorang warga asal Samadua mengaku terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tersebut.

“Selisih harganya cukup jauh dibanding pasar biasa. Terima kasih kepada pemerintah. Kalau bisa, pasar murah seperti ini diadakan lebih sering, dua bulan sekali,” ujarnya.

Menanggapi itu, Rudi menyatakan siap mendorong agar pasar murah digelar rutin. “Kami mendengar langsung aspirasi warga agar pasar murah digelar lebih rutin. Karang Taruna siap menjadi mitra pemerintah agar program ini tidak hanya hadir menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya.