Harga Gabah di Gampong Ladang Neubok Jeumpa Abdya Anjlok, Petani Muslihin: Kami Rugi Ongkos Panen Naik Rp 20 Ribu
RUANGNUSA.COM I ABDYA — Harga gabah di Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, anjlok hingga Rp 4.000 per kilogram. Penurunan harga sejak Minggu (18/10/2026), itu mengancam pendapatan petani, terlebih ongkos panen justru meningkat.
Muslihin, petani di Gampong Ladang Neubok, mengatakan harga gabah yang sebelumnya mencapai Rp6.700 per kilogram kini hanya dihargai Rp4.000 – Rp5.500 oleh agen pengepul. Kondisi tersebut membuat petani khawatir hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.
“Kalau harga gabah dibeli agen pengepul di harga seperti ini, kami petani rugi. Ditambah lagi harga ongkos per potong sekarang naik Rp20 ribu,” kata Muslihin, Senin (19/10/2026).
Menurut Muslihin, pengepul berdalih penurunan harga dipengaruhi kualitas gabah yang kurang baik. Namun, ia memperkirakan hanya sekitar 20 persen hasil panen yang mengalami penurunan kualitas akibat tanaman padi terendam banjir selama dua pekan.
Banjir tersebut juga memicu serangan hama ketika tanaman padi mulai menguning. Muslihin menilai kondisi sebagian gabah yang kurang baik seharusnya tidak menjadi alasan untuk menekan harga seluruh hasil panen petani.
Ia juga menyebut harga yang ditawarkan pengepul berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Karena itu, Muslihin meminta Perum Bulog turun tangan menyerap gabah petani agar hasil panen mereka tetap terserap.
“Kalau begini terus, kami petani sudah pasti rugi. Agen pengepul memilih-milih kualitas. Bahkan, ada yang tidak mau membeli kalau kualitas padi kurang bagus. Karena itu, kami berharap Bulog mau membeli hasil panen kami,” ujarnya.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie, Nurul Iranda Sari, kepada wartawan mengatakan harga gabah perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan kualitas hasil panen. Ia menduga cuaca hujan membuat sebagian petani memanen padi sebelum waktunya.
Nurul mengatakan Bulog telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Abdya untuk memastikan kondisi harga gabah di lapangan. Namun, penyerapan gabah tetap akan mempertimbangkan kualitas hasil panen yang diserahkan petani.
“Pada prinsipnya Bulog siap menampung, tapi perlu diperhatikan kalau memang belum saatnya panen, jangan dipaksa panen dulu. Karena nanti hasil gilingnya juga tidak bagus. Apalagi hasil berasnya nanti juga akan dikonsumsi oleh masyarakat Abdya,” kata Nurul.

Tinggalkan Balasan