RUANGNUSA.COM I ABDYA– Nelayan di Pelabuhan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terpaksa patungan menyewa ekskavator untuk mengeruk kolam labuh yang dangkal agar perahu mereka bisa bersandar. Di tengah upaya swadaya tersebut, Pemerintah Aceh baru berencana mengusulkan anggaran pengerukan pada 2027.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Roni Guswandi atau Abi Roni meminta Pemerintah Aceh memprioritaskan pengerukan kolam labuh tersebut. Menurut dia, pendangkalan telah menyulitkan aktivitas nelayan sehingga penanganannya tidak bisa terus ditunda.

“Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi nelayan terkait kondisi kolam labuh Ujong Serangga. Memang kondisinya sangat mendesak. Kita minta Pemerintah Aceh agar dapat memprioritaskan di tahun 2027,” kata Abi Roni saat menemui nelayan di Ujong Serangga, Rabu (14/10/2026).

Abi Roni mengatakan pengerukan menjadi tanggung jawab yang perlu diperjuangkan melalui pemerintah provinsi karena pelabuhan tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Aceh. Ia juga menyatakan akan ikut membantu biaya sewa ekskavator yang ditanggung bersama oleh nelayan.

“Kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Sebab, menyangkut hajat hidup para nelayan,” ujarnya.

Abi Roni menyatakan DPRK Abdya bersama pemerintah kabupaten akan terus mengawal usulan tersebut hingga terealisasi.

“Nanti kami (DPRK) dengan Pak Bupati akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Kami berharap Pemerintah Aceh dapat merealisasikan pada tahun 2027,” ujarnya.

Untuk diketahui pemerintah Aceh sebelumnya membangun tanggul pemecah ombak (breakwater) pada 2022. Namun, pendangkalan kolam labuh masih menjadi persoalan yang harus ditangani agar nelayan tidak terus menanggung biaya pengerukan secara mandiri.

Menanggapi hal itu, pada hari yang sama, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Samsul Bahri, meninjau lokasi bersama Abi Roni, pejabat Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Abdya, serta Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma.

Samsul mengatakan kunjungannya merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai pendangkalan kolam labuh dan upaya pengerukan secara swadaya. DKP Aceh, kata dia, akan mengupayakan pengusulan anggaran pengerukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk 2027.

“Karena selama ini anggaran belum terfokus, oleh karenanya nanti di tahun 2027 kita akan upayakan mengusulkan ke Bappeda terkait pengerukan kolam labuh di Ujong Serangga,” kata Samsul.