RUANGNUSA.COM I ABDYA – Turnamen bola voli Semi Open FAVO di gampong Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam terkendala setelah panitia belum memperoleh rekomendasi dari Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Aceh.

Padahal, sebanyak 26 klub telah mendaftar dan panitia menyiapkan total bonus Rp80 juta. Turnamen tersebut digelar untuk memeriahkan HUT TNI dan kegiatan gampong. Peserta tidak hanya berasal dari Abdya, tetapi juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Selatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Nazaruddin, mengatakan pengajuan rekomendasi kepada PBVSI Aceh telah dilakukan hampir sebulan lalu. Namun, hingga kini rekomendasi belum diterbitkan.

Menurut Nazaruddin, persoalan muncul karena kepengurusan PBVSI Abdya belum dilantik dan belum mengantongi surat keputusan dari PBVSI Aceh. Karena itu, rekomendasi kegiatan harus diterbitkan pengurus tingkat provinsi.

“Secara persyaratan administrasi kami siap memenuhi semua persyaratan. Kami berharap PBVSI Provinsi Aceh jangan mempersulit dalam mengeluarkan rekomendasi kegiatan,” kata Nazaruddin kepada awak media, Blangpidie, Kamis (08/10/2026).

Ia mengatakan belum adanya rekomendasi tersebut membuat panitia tidak dapat mengurus izin keramaian kepada kepolisian. Kondisi itu berpotensi menghambat pelaksanaan turnamen yang telah dipersiapkan panitia dan diikuti puluhan klub.

Nazaruddin juga mengklaim PBVSI Aceh meminta biaya Rp 2 juta per malam untuk kehadiran perangkat pertandingan. Rinciannya, Rp800 ribu untuk juri dan Rp1,2 juta untuk insentif serta transportasi badan pengawas.

Klaim tersebut belum mendapat penjelasan dari PBVSI Aceh. Wartawan telah mencoba menghubungi Ketua Harian PBVSI Aceh, Arliansyah, melalui telepon dan pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditulis, tidak ada tanggapan.

“Ini kesannya PBVSI mempersulit pelaksanaan turnamen di daerah,” ujar Nazaruddin.