Irigasi 2.300 Meter Trieng Meuduro Tunong Sawang Rp5,8 M Dari TKD, Target Selesai November
RUANGNUSA.COM | TAPAKTUAN – Tim Monitoring Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat Pascabencana Provinsi Aceh memantau progres pemulihan jaringan irigasi yang terdampak bencana di Desa Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.
Pembangunan jaringan irigasi tersebut merupakan bagian dari program pemulihan infrastruktur pascabencana yang dibiayai melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan Tahun Anggaran 2026, dengan total anggaran mencapai Rp5,8 miliar.
Ketua Tim Monitoring Satgas PRR Pusat Pascabencana Alam Provinsi Aceh, Imran, mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sejumlah pekerjaan yang bersumber dari TKD di Kabupaten Aceh Selatan.
“Hari ini, kami meninjau sejumlah pekerjaan bersumber dari dana transfer ke daerah atau TKD di Kabupaten Aceh Selatan, yakni pembangunan jaringan irigasi yang terdampak bencana,” kata Imran di Aceh Selatan, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, pemulihan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung kembali aktivitas pertanian masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Pembangunan jaringan irigasi ini diharapkan bisa mendukung pengairan lahan pertanian yang terdampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan, Skar Fharaby, menyebutkan progres pembangunan jaringan irigasi di Desa Trieng Meuduro Tunong saat ini telah mencapai sekitar 63 persen.
Jaringan irigasi yang dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 2.300 meter dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
“Kami menargetkan pembangunan jaringan irigasi di Desa Trieng Meuduro Tunong sepanjang 2.300 meter ini selesai pada akhir November mendatang,” kata Skar Fharaby.
Ia menjelaskan, sebelum pembangunan dilakukan, masyarakat, khususnya petani, mengalami kendala akibat aliran air yang tidak lagi optimal menuju lahan persawahan.
Dengan berfungsinya kembali jaringan irigasi tersebut, pemerintah berharap produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat.
“Kami harapkan dalam satu tahun bisa dua hingga tiga kali panen setelah realisasi pekerjaan saluran sekunder dan tersier dilaksanakan,” pungkasnya.
Pemulihan jaringan irigasi ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga mempercepat pemulihan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat di Aceh Selatan.

Tinggalkan Balasan