Pegawai Nyambi Sosial: Gerakan Satu Jam Sebulan untuk Berjuta Manfaat
RUANGNUSA.COM I BANDA ACEH –
Gagasan menghadirkan ruang pengabdian sosial di tengah rutinitas para pegawai mulai didorong melalui sebuah gerakan yang diberi nama Program Layanan Pegawai Nyambi Sosial (PNS).
Program ini membawa pesan sederhana,
“Satu Jam Sebulan, Berjuta Manfaat untuk Sesama,”.
Gagasan tersebut lahir dari pemikiran bahwa pengabdian seorang pegawai tidak hanya berhenti pada tugas kedinasan. Di luar pekerjaan rutin, masih terdapat ruang yang luas untuk menghadirkan kepedulian dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Umum Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia yang juga Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Oktaviano, S.STP, mengatakan, semangat pelayanan kepada masyarakat sesungguhnya dapat diperluas melalui keterlibatan para pegawai dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kadang kita berpikir bahwa untuk membantu orang lain harus memiliki banyak waktu. Padahal, kalau setiap orang menyisihkan satu jam saja dalam sebulan, lalu dilakukan secara bersama-sama dan terorganisir, manfaatnya bisa sangat besar,” ujar Michael, Sabtu (3/10/2026).
Ia menjelaskan, konsep Pegawai Nyambi Sosial bukan dimaksudkan sebagai pekerjaan tambahan yang mengganggu tugas utama seorang pegawai. Sebaliknya, gerakan tersebut merupakan ajakan untuk menyisihkan sebagian kecil waktu secara terukur dan bergiliran.
“Tidak perlu meninggalkan pekerjaan dan tidak perlu mengabaikan tanggung jawab utama. Cukup satu jam dalam sebulan, dilakukan secara bergiliran sesuai kebutuhan dan kemampuan masing- masing,” katanya.
Michael sebagai inisiator menilai, apabila gerakan tersebut dapat melibatkan ribuan pegawai, akumulasi waktu akan menjadi kekuatan sosial yang besar.
Sebagai gambaran, seribu pegawai yang masing-masing menyisihkan satu jam dalam sebulan akan menghasilkan 1.000 jam pengabdian. Jika 10.000 pegawai, maka terkumpul 10.000 jam. Bahkan jika 100.000 pegawai ikut, terdapat 100.000 jam untuk kemanusiaan dalam satu bulan.
“Bayangkan kalau waktu tersebut digunakan untuk mendampingi pasien, mengunjungi lansia, membantu penyandang disabilitas, mendampingi masyarakat miskin, donor darah, membantu korban bencana. Ini bukan lagi sekadar satu jam milik satu orang, tetapi menjadi kumpulan waktu kepedulian yang sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Gusmawi Mustafa, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan sekaligus Ketua BFLF Aceh Selatan, mengatakan gagasan Pegawai Nyambi Sosial berangkat dari pengalaman melihat langsung kebutuhan masyarakat.
“Seorang pasien mungkin hanya membutuhkan seseorang untuk mengantarkannya berobat. Seorang lansia mungkin hanya membutuhkan seseorang untuk datang dan mendengarkan,” ujar Gusmawi.
Ia mencontohkan bantuan sederhana seperti beras, pakaian layak pakai, kursi roda, makanan, maupun pendampingan. Nilai bantuan tidak hanya pada besar kecilnya benda, tetapi pada manfaat yang dirasakan.
“PNS bukan tentang siapa yang paling banyak memberi. Ada orang yang memiliki tenaga, ada yang memiliki kendaraan, keahlian, jaringan, waktu, rezeki, atau kemampuan mendampingi. Bahkan ada yang mungkin hanya mampu hadir dan memberikan semangat. Semuanya berarti,” kata Gusmawi.
Program Layanan Pegawai Nyambi Sosial membawa empat pesan utama bekerja untuk negara, bergerak untuk kemanusiaan, menyisihkan satu jam, dan menghadirkan berjuta manfaat.
Satu jam mungkin terasa kecil bagi kita. Namun jika ribuan orang menyumbangkan satu jamnya, maka akan lahir ribuan jam kepedulian.

Tinggalkan Balasan