Bupati Tarmizi Targetkan Rehabilitasi Pasca Banjir Aceh Barat Selesai Sebelum Desember 2026
RUANGNUSA.COM I MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menerima kunjungan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Wilayah Aceh, Dr. Drs Imran di ruang KIE atau Posko Satgas PRR BPBD Aceh Barat, Jumat (7/8/2026).
Usai makan siang bersama, Bupati bersama Satgas PRR Aceh dan sejumlah dinas terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) monitoring pelaksanaan penanganan Pasca Bencana Hidrometeorologi di Aceh Barat.
Bupati Tarmizi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat akan memastikan sebelum masuknya musim hujan di bulan Oktober dan November semua pekerjaan rekonstruksi dan rehabilitasi yang berkaitan dengan sungai harus sudah selesai.
“Memang ada kendala – kendala teknis, jadi ada tim Satgas kita dan saya minta Sekda, Asisten untuk terus mengawal siang malam, dan permasalahan – permasalahan saya turun tangan sendiri supaya ini cepat selesai,” kata Tarmizi.
Terkait saran dari Satgas PRR, Tarmizi menegaskan bagi dinas yang belum maksimal merealisasikan anggaran tambahan TKD kebencanaan nantinya akan dilakukan evaluasi dan dana tersebut bisa ditarik dari dinas terkait.
“Intinya sesuai dengan arahan dari pak mentri yang sudah bersurat dengan kita, hari ini Tim Satgas PRR turun dan kita targetnya sebelum Desember ini semua bisa selesai,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh, Imran mengatakan berdasarkan data yang mereka miliki realisasi dana tambahan TKD untuk kebencanaan Kabupaten Aceh Barat baru sekitar sembilan persen. Sementara kenyataannya di lapangan saat ini sudah mencapai 23 persen.
“Artinya lonjakannya itu luar biasa, yang saya ingin nanti itu kita harus menginformasikan data secara uptodate setiap perkembangan yang ada di lapangan. Kita harapkan juga kedepan komunikasi dan koordinasi lebih intens termasuk untuk memecahkan kendala atau permasalahan yang ada dilapangan,” kata Imran.
Ia juga mengapresiasi Bupati Aceh Barat yang telah mengambil langkah – langkah strategis untuk percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Aceh Barat.
“Kalau memang ada dinas yang sampai dengan bulan agustus progresnya rendah ya mau tidak mau bupati harus mengambil kebijakan terkait dengan itu supaya tidak membebani TKD nya tahun depan,” ujarnya.
Selain itu, Satgas PRR juga mengapresiasi Pemkab Aceh Barat dan dinas terkait atas langkah perbaikan pertanian khususnya lahan sawah masyarakat yang terkena dampak bencana tahun lalu.
“Tadi dapat kita lihat walaupun dari sisi anggarannya belum bergerak tapi pelaksanaan kegiatannya di lapangan saya lihat sudah ada menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa,” ujar Imran. (M.Jamil)

Tinggalkan Balasan