RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjalin kerjasama strategis dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualifikasi guru dan kepala sekolah ke jenjang S2 dan S3.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE.,M.Sos saat menerima audiensi jajaran Sekolah Pascasarjana USK bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Jum’at (7/8/2026).

Bupati Aceh Selatan, H Mirwan menegaskan pendidikan adalah pondasi utama pembangunan suatu daerah. Sekuat apapun potensi sumber daya alam di Aceh Selatan, keberlanjutan dan kejayaannya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

“Di situlah peran vital guru dan kepala sekolah berada. Bapak Ibu sekalian adalah garda terdepan, arsitek masa depan, dan pilar utama yang membentuk karakter serta kecerdasan generasi penerus kita,” ujar Bupati.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidik. Pemerintah tidak bisa menuntut kualitas pembelajaran yang unggul jika tidak memberi ruang bagi para pendidik untuk terus belajar dan meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Kehadiran jajaran Sekolah Pascasarjana USK disebut Bupati sebagai angin segar dan momen yang sangat strategis. Sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Aceh yang bereputasi nasional, USK dinilai merupakan mitra yang sangat tepat bagi Pemkab Aceh Selatan untuk bersinergi.

“Audiensi hari ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan langkah awal yang konkrit dari rencana kerjasama strategis antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dengan Sekolah Pascasarjana USK,” tegasnya.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Aceh Selatan berkomitmen membuka peluang seluas-luasnya bagi para guru dan kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) maupun Doktoral (S3), khususnya pada program-program studi unggulan di Sekolah Pascasarjana USK.

Bupati menjelaskan fokus kerjasama tidak hanya pada pemenuhan kualifikasi formal, tetapi juga pada tiga pembenahan utama diantaranya, Penguatan kompetensi pedagogik dan profesional.

Kedua Peningkatan kapasitas kepemimpinan sekolah, serta Pengembangan riset dan inovasi pembelajaran berbasis lokal.

Kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati menginstruksikan untuk segera menindaklanjuti hasil audiensi. “Petakan kebutuhan secara presisi, rancang mekanisme dan skema implementasinya, serta pastikan program kerjasama ini nantinya dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” pintanya.

Bupati juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah di Aceh Selatan untuk tidak cepat berpuas diri dan memanfaatkan peluang kerjasama ini sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan di “Bumi Tuan Tapa”.

“Kepada Bapak Ibu dari Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas perhatian, kolaborasi, dan kemitraan yang terjalin,” pungkas H. Mirwan MS.