RUANGNUSA.COM I MEULABOH – Sebanyak 20 perempuan yang putus sekolah di Kabupaten Aceh Barat mengikuti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) berupa pelatihan bordir. Pelatihan berlangsung selama 32 hari di Aula Disperindagkop Aceh Barat, Jumat (31/7/2026).

Pelatihan yang diperuntukkan bagi perempuan berusia 18 hingga 24 tahun ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan bekerja sama dengan Dekranasda Aceh Barat serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Aceh Barat.

Kepala Disperindagkop Aceh Barat, Khairuzzadi, SSTP menjelaskan, peserta dipilih dari kalangan perempuan berusia 18-24 tahun yang memiliki minat di bidang bordir namun belum pernah mendapatkan pelatihan yang memadai.

“Program ini kami arahkan agar setelah selesai pelatihan, mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha bordir secara mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta tidak akan dilepas begitu saja setelah pelatihan berakhir. Pemerintah akan melakukan pembinaan dan pendampingan selama satu tahun, termasuk memantau perkembangan usaha, produktivitas, serta menyampaikan laporan hasil program kepada Kementerian Pendidikan.

Menurutnya, pelatihan bordir merupakan program PKW tahun kedua yang diterima Aceh Barat. Pada tahun sebelumnya, pemerintah melaksanakan pelatihan sulaman benang emas yang dinilai berhasil menghasilkan produk bernilai jual.

Pemilihan pelatihan bordir tahun ini didasarkan pada tingginya minat masyarakat. Hasil bordir tidak hanya untuk hiasan pakaian, tetapi juga dapat diaplikasikan pada tas, topi, kipas, gantungan kunci, selempang, hingga aneka kerajinan dengan motif khas Aceh Barat.

“Ke depan, pemerintah juga berencana mengembangkan pelatihan menjahit sehingga peserta mampu menghasilkan produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah,” ungkapnya.

Sebagai modal awal, peserta memperoleh bantuan berupa mesin bordir beserta perlengkapan produksi seperti kain, benang, dan peralatan pendukung lainnya. Bantuan mesin bordir diberikan dengan skema satu unit digunakan secara bersama oleh tiga peserta PKW.

Di sisi pemasaran, Dekranasda Aceh Barat telah menyiapkan langkah strategis. Mulai dari menjalin kerja sama dengan hotel-hotel di Aceh Barat untuk menyediakan ruang promosi produk lokal, membangun galeri produk unggulan daerah, hingga memberikan pendampingan pemasaran melalui platform e-commerce.

Menurutnya, optimisme terhadap program ini tidak lepas dari keberhasilan pelatihan PKW tahun sebelumnya. Produk hasil karya peserta sulaman benang emas bahkan telah dipromosikan Kementerian Pendidikan pada ajang Dekranas Nasional di Makassar dan berhasil terjual.

“Kami berharap pelatihan bordir tahun ini dapat melahirkan wirausaha baru yang mampu menghasilkan produk khas Aceh Barat sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya. (M.Jamil)