RUANGNUSA.COM I TAPAKTUAN – Warga Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kembali mengeluhkan dugaan pencemaran Sungai Krueng Luas yang diduga berasal dari limbah PT Aceh Trumon Anugrah Kita (ATAK).

Keluhan tersebut mencuat setelah warga mengaku menemukan sejumlah ikan mati di aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Seorang warga, Sumadi, mengatakan air yang diduga berasal dari limbah perusahaan mengalir ke sungai hingga menyebabkan ikan mati.

“Air limbah diduga mengalir ke sungai dan menyebabkan ikan mati,” ujar Sumadi kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Menurut Sumadi, dugaan pencemaran tersebut bukan kali pertama terjadi. Persoalan serupa, kata dia, pernah dikeluhkan masyarakat beberapa tahun lalu, namun hingga kini dinilai belum terselesaikan secara tuntas.

Dokumen yang diperoleh wartawan menunjukkan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Surat Bupati Nomor 660/604/2022 tertanggal 26 Agustus 2022 pernah meminta PT Aceh Trumon Anugrah Kita segera melakukan penanganan terhadap pengelolaan limbah.

Dalam surat tersebut, perusahaan diminta menutup saluran yang menyebabkan limbah meluap ke parit dan sungai, memperbaiki sistem pengelolaan kolam limbah, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melakukan pemulihan lingkungan, serta mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain itu, wartawan juga memperoleh salinan surat dari Pemerintah Gampong Pinto Rimba tertanggal September 2022 yang menyebutkan adanya dugaan limbah produksi PT ATAK telah merusak biota air tawar di sepanjang aliran sungai.

Melalui surat tersebut, masyarakat meminta DPRK Aceh Selatan memanggil pihak perusahaan bersama instansi terkait guna membahas dugaan pencemaran dan mencari solusi penyelesaiannya.

Sumadi menilai sejumlah poin penanganan limbah yang sebelumnya telah disepakati belum sepenuhnya direalisasikan. Karena itu, masyarakat kembali mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas.

Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan segera melakukan investigasi lapangan, termasuk mengambil sampel air dan melakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian ikan serta mengidentifikasi sumber dugaan pencemaran.

Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT Aceh Trumon Anugrah Kita (ATAK), Budi Harjo, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi yang disampaikan terkait keluhan masyarakat tersebut belum mendapat balasan sehingga pihak perusahaan belum memberikan penjelasan atau klarifikasi atas dugaan yang disampaikan warga.