Muhammadiyah Abdya Santuni Pendidikan 196 Anak Yatim dari Hasil Kebun Sawit
RUANGNUSA.COM I ABDYA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan santunan pendidikan kepada 196 anak yatim. Total dana yang disalurkan tahun ini mencapai Rp161 juta, bersumber dari hasil pengelolaan Kebun Sawit Yatim milik Muhammadiyah Abdya.
Jumlah santunan tahun 2026 ini hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang sekitar Rp 80 juta. Dana tersebut bukan berasal dari hibah pemerintah maupun donasi insidental, melainkan murni hasil usaha produktif kebun sawit sepanjang 2025.
Koordinator Program Pengelolaan dan Penyaluran Dana Yatim Hasil Kebun Sawit Yatim Muhammadiyah Abdya, Ramli Bahar, mengatakan kenaikan nilai santunan dipicu optimalnya pengelolaan kebun.
“Total dana yang disalurkan tahun ini mencapai sekitar Rp161 juta. Tahun sebelumnya sekitar Rp 80 juta. Peningkatan ini berasal dari hasil pengelolaan kebun sawit yatim yang semakin optimal,” kata Ramli Bahar kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Menurut Ramli, program tersebut merupakan implementasi nyata teologi Al-Ma’un. “Muhammadiyah tidak ingin sekadar mengimbau, melainkan membuktikan bahwa melalui optimalisasi aset umat yang produktif, persyarikatan mampu mendampingi kelangsungan pendidikan generasi penerus kita secara mandiri,” ujarnya.
Rincian Santunan Berdasarkan Jenjang diantaranya, TK/RA Rp 500.000 per anak, SD/MI Rp 700.000 dan SMP/MTs, Rp 900.000 per anak. Sementara jenjang SMA/MA/SMK sebesar Rp1.000.000 per anak. Program ini juga memprioritaskan anak yatim penghafal Al-Qur’an.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Abdya, Nazli Hasan, mengatakan pendataan penerima dilakukan berjenjang. Usulan berasal dari 43 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), lalu diverifikasi 9 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sebelum ditetapkan PDM Abdya.
“Seluruh proses distribusi menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran. Penyaluran dana santunan dilakukan langsung oleh masing-masing PCM bekerja sama dengan PRM sesuai domisili penerima,” kata Nazli.
Ia berharap pengelolaan kebun sawit produktif terus memberi manfaat lebih besar bagi pendidikan anak yatim.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah hasil pengelolaan aset umat benar-benar kembali kepada yang berhak,” ujar Nazli Hasan.

Tinggalkan Balasan