Resmi Dilantik M.Basir Jabat Ketua Tani Merdeka Aceh Selatan Periode 2025–2030,Ini Pesan Bupati Mirwan MS
RUANGNUSA.COM I Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H.Mirwan MS hadiri acara pelantikan Pengurus Tani Merdeka Indonesia, Kabupaten Aceh Selatan periode 2025–2030 yang bertempat di Aula Dinas Pariwisata, Kamis (30/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Anggota DPR Aceh, Bupati Aceh Selatan, Anggota DPRK Aceh Selatan, Plt Sekda serta Pengurus Tani Merdeka Indonesia Aceh Selatan dan tamu undangan.
Adapun susunan pengurus Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Selatan, periode 2025–2030, yakni Muhammad Basir sebagai Ketua, Safrijal Sekretaris dan Marsuni sebagai Bendahara.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Aceh Selatan, Muhammad Basir, dalam sambutannya mengatakan kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong kebangkitan sektor pertanian di Aceh Selatan.
“Dalam hal ini kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian, kemudahan akses pupuk, pemanfaatan teknologi, serta pembenahan sistem pasar yang lebih adil,”ucapnya.
Selain itu ia menyoroti pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.Karena Aceh Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian. Alih fungsi lahan terus terjadi, minat generasi muda menurun, dan semangat gotong royong mulai luntur.
Kalau ini dibiarkan, kita sedang menggali lubang untuk masa depan pangan kita sendiri. Petani tidak boleh terus menjadi pihak paling lemah dalam rantai pangan. Karena kemandirian pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Dengan kolaborasi yang kuat, Aceh Selatan diyakini mampu tidak hanya memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga menjadi daerah penyangga bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menegaskan bahwa pembentukan Tani Merdeka sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor riil, khususnya pertanian dan ekonomi kreatif.
“Kami menyambut baik kehadiran organisasi ini di Aceh Selatan, selaras dengan visi-misi kami untuk meningkatkan ekonomi masyarakat baik di sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya,”ucap Mirwan.
Sektor pertanian dan perkebunan adalah tulang punggung ekonomi daerah. Tapi tantangannya nyata, mulai dari keterbatasan modal, minimnya modernisasi alat, hingga fluktuasi harga yang sering merugikan petani.
Jabatan dalam organisasi bukan sekadar formalitas struktural, melainkan amanah besar untuk memperjuangkan nasib petani yang selama ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan klasik.
“Tani Merdeka Indonesia tidak boleh berhenti pada simbol organisasi, melainkan harus hadir langsung di tengah masyarakat sebagai jembatan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta lainnya,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan