SPPG Tengah Baru Labuhan haji Berdayakan UMKM dan Pedagang Lokal
RUANGNUSA.COM I Tapaktuan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tengah Baru, Kecamatan Labuhan haji, Kabupaten Aceh Selatan, dibawah naungan Yayasan Ruang Kito Basamo siap menjadi motor pergerakan ekonomi di diwilayah setempat.
Dalam pelaksanaannya SPPG Tengah Baru selalu melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani dan pengusaha lokal untuk penyediaan bahan baku seperti tahu dan tempe. Selama beroperasi SPPG Tengah Baru, selalu menggandeng pelaku usaha lokal untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Langkah ini dilakukan agar program tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Bahan baku sesuai Juknis memanfaatkan UMKM dan pengusaha serta petani lokal, supaya ekonomi berputar di wilayah sekitar,” kata salah satu pihak SPPG Tengah Baru, Sabtu (25/4/2026).
Inisiatif pemberdayaan UMKM melalui Dapur SPPG MBG (Satuan Pelayanan Program Gizi – Makan Bergizi Gratis) di Desa Tengah Baru, Labuhan Haji, merupakan langkah strategis yang memberikan dampak ganda, menjamin kualitas gizi masyarakat sekaligus menghidupkan roda ekonomi lokal.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan Dengan melibatkan pedagang pasar dan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku seperti beras, sayur, ikan, dan telur, perputaran uang tetap berada di dalam wilayah Labuhan Haji. Hal ini tentunya sangat membantu, pendapatan harian pedagang kecil.
“Program ini menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap keberhasilan program gizi nasional. Warga bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor aktif yang mendukung kesehatan generasi mendatang di Aceh Selatan,”ungkapnya.
Buktinya banyak dari berbagai kalangan mulai dari Gen Z atau milenial hingga UMKM yang menjadi supplier atau pemasok di dapur tersebut. Singkat saja seperti Agus dan Ferdi adalah salah satu dari sekian Gen Z atau milenial yang menjadi Pemasok didapur SPPG Tengah Baru.
Agus yang bekerja sebagai petani setiap harinya memasukkan hasil perkebunan seperti pisang dan lainnya ke SPPG Tengah Baru. Ferdi selaku pengusaha di wilayah setempat yang mengeluti dibidang tahu dan tempe sebagai pemasok SPPG di wilayah setempat.
Selain itu SPPG tengah baru juga memberdayakan UMKM lokal yang menjadi pemasok sabun cuci piring dan lainnya. Artinya selama dapur sppg tengah hadir dan operasi maka perputaran ekonomi dapat dirasakan banyak manfaatnya oleh masyarakat di wilayah setempat.
“Model yang diterapkan SPPG di Tengah Baru ini membuktikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan mesin penggerak ekonomi desa yang mampu mengubah pola konsumsi sekaligus menyejahterakan pedagang kecil di Labuhan Haji,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan